Kamis, 08 Februari 2018

Macam Macam Tipe Data pada C++ || Algoritma dan Struktur Data

Tipe data merupakan bagian yang sangat penting dalam suksenya program yang kita buat. Tanpa tipe data yang tepat dalam sebuah kode pemrograman, maka hasil dari proram tersebut bisa saja tidak berjalan sesuai yang kita inginkan, bahkan program yang kita buat bisa error.

Mengetahui berbagai macam tipe data pada suatu bahasa pemrograman memang sangat diperlukan terutama pada bahasa C++. Baiklah berikut ini adalah beberapa macam tipe data dalam C++ .


1. Karakter (Char)

Karakter tunggal, diberikan dengan tipe data Char. Data yang memiliki tipe data iniditulis dengan diapit tanda petik tunggal, seperti: 'A','S','T','R', dan lain-lain.

Contoh :
int a1, a2, jumlah;
jumlah = a1 + a2;

2. Integer (int)

Tipe data integer merupakan tipe data yang  digunakan untuk bilangan bulat (positif, nol, atau negatif)

Contoh:
int a1, a2, jumlah;
jumlah = a1 + a2;




3. Floating Point (float)

Untuk merepresentasikan data pecahan (bukan integer) dapat digunakan dua macam tipe data, yaitu float atau double. Tipe data float memiliki panjang lokasi penyimpanan sebesar 4 byte, sedangkan double sebesar 8 byte

Contoh:
int a1, a2;
float rata2;
double panjangJalur;

rata2 = (a1 + a2)/2;
panjangJalur = 1,5E3;

4. Boolean 

Tipe data boolean hanya memiliki dua kemungkinan nilai yaitu benar atau salah ( true or false).

Contoh:
boolean selsai;
selesai = true;

Demikian lah tadi sedikit penjelasan mengenai Macam-macam Tipe Data Pada C++. Jika merasa artikel ini bermanfaat, silahkan Share dan jangan lupa tinggalkan komentar di bawah. Terima kasih dan selamat ngoding. 
Baca selengkapnya

Selasa, 06 Februari 2018

Materi Aplikasi Teknologi Informasi II Part 2



II.  CARA MEMPEROLEH ALAMAT IP ( STATIS DAN DINAMIS)
IP Static adalah ip yang dapat disetting sendiri sehingga alamatnya tetap atau tidak berubah- ubah.
IP dinamis yaitu IP yang didapatkan oleh computer/router lain dari sistem DHCP nya, IP yang didapatkan oleh PC ini bisa berubah-ubah.

KONFIGURASI IP STATIK DAN DINAMIS

1.  Klik Start è Control Panel èNetwork and Internet è Network and Sharing Center èChange Adapter Setting
2.  Pilih Network Connection di Local Area Network dan klik kanan lalu pilih properties
3.  Pada pilihan  This Connection uses the following items pilihInternet Protocol (TCP/ IP) 
4.  Klik Properties
5. Jika ingin menggunakan  alamat IP Dinamis, pada General tab pilih “Obtain an IP address automatically”. Setelah itu klik OK.
Tetapi jika ingin menggunakan alamat IP Static pada General tab pilih “Use the Following IP address”
6.  Pada TextBox masukkan alamat IP Static
7.  Setelah itu tekan tombol tab pada keyboard, itu membuat Subnet Mask terisi secara otomatis
8.  Terakhir klik OK
9.  Click Start, Run, sampai keluar kotak dialog RUN, dan ketikkan CMD, click OK
10. Di kotak dialog CMD, ketikkan : ipconfig untuk melihat IP anddres anda.
11. Lakukan test ping koneksi dengan computer yang lainnya. Jika sudah terhubung maka akan mendapat pesan reply

A.  Koneksi Jaringan Internet

Jaringan komputer : suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas komputasi organisasi yang dilakukan oleh sekumpulan komputer yang terpisah akan tetapi saling berhubungan.

  •      Evolusi Jaringan
Komputer semakin banyak
Permasalahan timbul ketika kita membutuhkan penggunaan data & resources secara bersama-sama
Butuh solusi untuk :
·         Data harus dibwa  ke tempat yang membutuhkan
·         Harus dibawa ke tempat yang ada printer-nya
·         Duplikasi resourece
·         Berkomunikasi secara efiensi

Solusi adalah dengan menghubungkan komputer-komputer tersebut. Diharapkan terjadi :
Kemudahan
·         Mobility
·         Tidak ada jarak
·         Ed=fisiensi

1.    Hub
Adalah perangkat yang menyatukan kabel-kabel jaringan dari tiap-tiap workstation, server, atau perangkat.
Pada jaringan yang umum, sebuah port akan menghubungkan hub dengan komputer server. Sementara port lain digunakan untuk menghubungkan hub dengan node-node.
Cara kerja Hub adalah menyalin paket data dari sumber yang terkoneksi pada suatu port dan mentransferkannya ke seluruh port yang tersambung pada Hub .
Kecepataan Data pada HUB tergantung banyaknya Device atau Komputer yang tercolok pada port yanga ada di HUB. Keuntungan mengunakan hub adalah fleksibelitas yang dimiliki, sehingga setiap client dapat ditambahkan setiap waktu tanpa menganggu jaringan yang sedang beroperasi. Akan tetapi hub tidak mampu membaca data dan tidak mengetahui sumber dari tujuan paket-paket yang dilepaskan melalui Hub tersebut.

2.    Switch

Switch adalah suatu perangkat atau Device yang berfungsi sebagai pengatur dan pembagi sinyal data dari suatu komputer ke komputer lainnya yang terhubung pada perangkat tersebut, fungsi tersebut sama dengan fungsi HUB yang menjadi perbedaan adalah switch bisa melakukan pengaturan berupa proses filter paket data.
Informasi yang dicek berupa mac Address dari setiap komputer dan perangkat yang tersambung
Sistem seleksi terhadap semua pernagkat atau komputer yang terhubung dengan dirinya. yang diseleksi oleh switch berupa MAC Address dari komputer atau perangkat jaringan yang terhubung. Karena switch menyeleksi terlebih dahulu mac address mana yang menjadi tujuan, maka hal ini membuatnya mengirimkan data lebih cepat. Port pada switch bisa disetting sehingga bisa ditentukan port mana saja yang bisa saling terhubung Banyaknya port yang terdapat pada Switch pun bermacam-macam, 8 port, 16 port, 24 port dan seterusnya.Switch dimungkinkan untuk diatur support speed & duflex atau support kecepatan ethernetnya, misalnya saja kecepatan 10 Mbps, 100Mbps, 1000MBps atau bisa juga disetting auto.

2.    Repeater

Adalah peranti elektronik yang bertugas menerima sinyal kemudian meneruskan pada level yang
lebih tinggi atau dengan daya yang lebih besar.
Fungsi dari repeater adalah, sbb :
·         Mengcover daerah-daerah yang lemah sinyal dari server
·         Memperjauh sinyal
·         Mempermudah akses sinyal wifi dari server
Atau bisa juga meneruskan paket data yang dikirim dari sebuah host tanpa memiliki  kecerdesan seperti router yang memiliki paket filtering destination baik IP, MAC Address, dan lain-lain sehingga sinyal hanya dapat disalurkan ke tempat yang jauh tanpa degradasi. Repeater akan beroperasi pada layer physical yang merupakan layer paling atas di model OSI, karena repeater bekerja dengan sinyal fisik sebenernya dan tidak berusaha melakukan interpretasi data.

 Repeater hanya berfungsi membantu menguatkan sinyal yang melemah akibat jarak, sehingga
sinyal dapat ditransmisikan ke jarak yang lebih jauh.
Fungsi bridge diantaranya adalah sebagai berikut :

Bridge dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat
memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda. Bridge dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, atau sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. 
Baca selengkapnya

Materi Aplikasi Teknologi Informasi 2

A.  Ip Address
IP Address adalah pengenal yang digunakan untuk memberi alamat suatu host di dalam jaringan LAN/Internet.IP (Internet Protocol) adalah alamat atau kode pengenal komputer pada jaringan yang tanpanya seseorang tidak dapat terhubung dengan internet.
Penggunaan IP versi 4 dan IP versi 6.
1.    IP VERSI 4
IP Private Hanya bersifat local dan tidak bisa digunakan untuk mengakses internet &
 penggunaannya bebas.Tiap kelas memiliki 1 slot yang berfungsi sebagai IP privat. 
 Kelas A : IP 10.x.x.xKelas B : IP 172.16.x.x sampai 172.30.x.xKelas C : IP 192.168.x.x
IP PublicBersifat worldwide, bisa digunakan untuk mengakses internet namun penggunaan atau konfigurasinya tidak bebas (ada yang mengatur).
2.    KONSEP DISTRIBUSI IP ADDRESS
Untuk menghubungkan seluruh komputer didunia ke dalam sebuah jaringan internet global ,perlu pengaturan dan pendistribusian alamat IP Address.
Dimulai dari pusat ,kemudian diklasifikasi berdasarkan benua lalu didistribusikan kedalam wilayah jaringan yang lebih keci lbaik LAN maupun WAN.
Struktur distribusi IP addres di dunia pertama kali dari ippoo lIANA (Internet Assigned Number Authority).Kemudian ippoo lIANA dialokasikan kemasing-masing RIR–Regional Internet Registry.
RIR untuk wilayah Eropa adalah RIPE
Amerika Utara adalah ARIN
Asia Pacific adalah APNIC
Afrika adalah AFRINIC
Amerika Selatan adalah LACNIC
3.    FORMAT IP ADDRESS
Bentuk biner
•IP address merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa tanda titik setiap 8 bit nya.
•Setiap 8 bit disebut oktet.
•Bentuk : xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxx
•Setiap simbol “x” dapat diganti dengan bil biner (0 & 1)
•Misal : 10000100 . 1011100 . 11110011 . 00000001
Bentuk dotted decimal
•IP Address ditulis sebagai 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah
 titik.
•Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu bilangan (8 bit)
4.    SUBNETTING
Subnetting adalah proses memecah jaringan/network menjadi beberapa sub network atau juga dapat diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP addressuntuk mencapai efisiensi dan optimasi suatu jaringan.
Di dalam subnetting terdapat beberapa istilah penting diantaranya:
Network Address adalah sebuah alamat IP address yang dipakai untuk mewakili dari sekumpulan host yang tergabung dalam sebuah jaringan
Broadcast Address adalah alamat yang digunakan sebuah IP address untuk mengirim paket ke semua host yang ada pada sebuah jaringan/LAN
Subnet mask adalah bagian IP address yang dapat menggambarkan jumlah host dari sebuah jaringan
CIDR(Classer Inter-Domain Routing) adalah notasi yang dipakai untuk mengalokasikan jumlah alamat yang ada pada blok tertentu
Host/IP Valid adalah alamat IP address yang dapat digunakan oleh host
5.    KELAS IP ADDRESS
IP Address terdiri atas 4 buah bilangan biner 8 bit, nilai terbesar dari bilangan biner 8 bit adalah 255
Perhitungan :
11111111 = 2^7+2^6+2^5+2^4+2^3+2^1+2^0 = 255
IP Address terdiri dari 4 Oktet, jadi jumlah IP yang tersedia adalah 255x255x255x255
Pembagian IP kedalam kelas bertujuan untuk mempermudah proses pendistribusian IP Address, dimana pendaftaran IP Address lebih baik dilakukan melalui ISP di suatu area dibandingkan jika setiap pemakai individu harus meminta ke otoritas pusat yaitu IANA (Internet Assigned Number Authority
KELAS A
Format : 0nnnnnnn . hhhhhhhh . hhhhhhhh . hhhhhhhh
Bit Pertama : 0
Panjang Network ID : 8 bit pada oktet 1
Panjang Host ID : 24 bit
Byte pertama : 0 –127
Range IP : 1 . XXX . XXX . XXX sampai 126 . XXX . XXX .XXX
Jumlah IP yang mungkin : 16.777.214
Digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar

KELAS B
Format : 10nnnnnn . nnnnnnnn . hhhhhhhh . hhhhhhhh
Bit Pertama : 10
Panjang Network ID : 16 bit pada oktet 1 & 2
Panjang Host ID : 16 bit
Byte pertama : 128 –191
Range IP : 128 . 0 . XXX . XXX sampai 191 . 255 . XXX .XXX
Jumlah IP yang mungkin : 65.532
Digunakan untuk jaringan berukuran sedang & besar

KELAS C
Format : 110nnnnn . nnnnnnnn . nnnnnnnn . hhhhhhhh
Bit Pertama : 110
Panjang Network ID : 24 bit pada oktet 1, 2 & 3
Panjang Host ID : 8bit
Byte pertama : 192 –223
Range IP : 192 . 0 . 0 . XXX sampai 223 . 255 . 255 .XXX
Jumlah IP yang mungkin : 254
Digunakan untuk jaringan berukuran sedang & besar

KELAS D
Bit Pertama : 110
Byte pertama : 224 –247
Deskripsi : kelas D adalah ruang alamat yang digunakan untuk keperluan IP multicasting.
Bit pertama di set 110, bit berikutnya diatur sesuai keperluan
KELAS E
Bit Pertama : 111
Byte pertama : 244 –255
Deskripsi : kelas E adalah ruang alamat yang di cadangkan untuk keperluan eksperimental.
Bit pertama di set 110, bit berikutnya diatur sesuai keperluan

SUBNETTING IP KELAS C
Semua pertanyaan subnetting akan berpusat pada 4 hal yaitu
1.Jumlah Subnet = 2^x (dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnetmask
2.Jumlah Host per subnet = 2^y –2 (dimana y adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet
3.Blok subnet = 256 –z (dimana z adalah nilai oktet terakhir subnetmask
4.Alamat broadcast dan host yang valid (host pertama adalah 1 angka setelah subnet dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

CONTOH SOAL
192.168.1.0 /26
Hitunglah :
1.Jumlah subnet
2.Jumlah Host per subnet
3.Blok Subnet
4.Alamat broadcast & host yang valid

JAWAB :
192.168.1.0/26
Analisa : 192.168.1.0 merupakan kelas C dengan subnetmask /26
/26 berarti 11111111 . 11111111 . 11111111 . 11000000 (255.255.255.192)
1.Jumlah subnet 2^x = 2^2 = 4
2.Jumlah Host per subnet 2^y-2 = 2^6-2 = 62
3.Blok Subnet 256 –z = 256 –192 = 64
jadi blok subnetnya 0, 64, 128, 192
4.Alamat broadcast & host yang valid
Subnet

192.168.1.0

192.168.1.64

192.168.1.128

192.168.1.192

Host
pertama

192.168.1.1

192.168.1.65

192.168.1.129

192.168.1.193

Host
terakhir

192.168.1.62

192.168.1.16

192.168.1.190

192.168.1.54

Broadcast

192.168.1.63

192.168.1.17

192.168.1.191

192.168.1.255


MACAM-MACAM ALAMAT IP (IP PUBLIC, IP PRIVAT, IP UNICAST, BROADCAST, MULTICAST)
IP Address adalah nomor unik yang ada pada computer yang bisa berguna untuk menghubungkan banyak computer dalam jaringan sehingga dapat bertukar data maupun fasilitas yang dimiliki antar komputer tersebut.
1.      IP Public
IP Public adalah IP address yang digunakan untuk lingkup internet, host yang menggunakan IP public dapat diakses oleh seluruh user yang tergabung diinternet baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui proxy/NAT.
Alamat IP Pubic, dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Alamat IP Public Static artinya, alamat yang tidak dapat berubah dan digunakan terutama untuk hosting halaman web atau layanan di internet.
2. Alamat IP Public Dinamis, yaitu dipilih dari sebuah pool yang tersedia pada alamat dan perubahan masing-masing terjadi satu kali untuk menghubungkan ke internet.
Kelebihan :
Dapat dikenali dalam Internet dengan mudah, sebab langsung terhubung dengan Internet tanpa perlu membutuhkan proxy tertentu, server khusus, atau ditranslasikan leewat NAT.
Kekurangan :
·   Tingkat security yang lemah dan rentan diserang hacker, sebab IP ini akan diberikan sebagai alamat umum dan langsung terhubung ke Internet.
·   Biaya registrasi yang mahal, sebab merupakan alamat IP eksternal dan seperti kita tahu bahwa IP eksternal atau public sangat terbatas ketersediannya. 
2.      IP Private
IP Private adalah IP address yang digunkan untuk lingkup intranet, host yang menggunakan IP Private hanya bisa diakses di lingkup intranet saja. Berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal) :
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255 (Total Addresses: 16,777,216)
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255 (Total Addresses: 65,536)
Kelas  D :   224.0.0.0 – 239.255.255.255 (Multitasking)
Kelas  E :   240.0.0.0 – 255.255.255.255 (Eksperimen)
Kelebihan :
Mengurangi biaya registrasi alamat IP, dengan cara membiarkan para pelanggan memakai alamat IP yang tidak terdaftar secara internal melalui suatu terjemahan ke sejumlah kecil alamat IP yang terdaftar secara eksternal.
Kekurangan :
Tidak dapat terkoneksi dengan internet tanpa menggunakan proxy server khusus, dan perlu ditranslasikan dengan NAT (Network Address Translator).
3.      IP Unicast
Alamat unicast merupakan alamat IP yang digunakan oleh host-host yang terhubung dalam suatu jaringan. Karakteristik alamat ini adalah untuk berkomunikasi satu titik dengan satu titik (one-to-one).
Alamat IP publik dan IP privat merupakan alamat unicast. Dan jika dihubungkan dengan kelas IP, maka alamat unicast meliputi alamat IP kelas A, B, dan C.
4.      IP Broadcast
Alamat broadcast merupakan alamat IP yang digunakan untuk mengirim atau bisa disebut meneruskan paket data (karena hanya dapat menjadi tujuan, bukan sumber paket data) ke semua host dalam jaringan yang satu NetID dengan alamat broadcast tersebut (one-to-everyone).
Ada beberapa jenis alamat broadcast:
·   Network Broadcast: yaitu alamat broadcast untuk suatu jaringan yang menggunakan alamat IP berdasarkan kelas (classful). Contoh: Pada jaringan yang menggunakan alamat 172.16.0.0/16, maka alamat broadcastnya adalah 172.16.255.255.
·   Subnet Broadcast: yaitu alamat broadcast untuk jaringan yang menggunakan alamat IP tidak berdasarkan kelas (classless) atau menggunakn subnet mask. Contoh: Pada jaringan yang menggunkan alamat 172.16.77.0/24, maka alamat broadcastnya adalah 172.16.77.255.
·   Limited Broadcast: yaitu alamat broadcast yang diset 255.255.255.255 pada jaringan lokal dan tidak diteruskan ke luar oleh router.
5.      IP Multicast
Alamat multicast merupakan alamat IP yang digunakan untuk mengirim paket data ke banyak penerima dalam satu transmisi (one-to-many). Para penerima ini dapat berasal dari berbagai segmen jaringan yang berbeda yang terhubung melalui router dan hanya yang menginginkan paket data tersebut.


Baca selengkapnya